Seputar pengharaman facebook

Beberapa hari yang lalu kita sempat digegerkan dengan kabar ”pengharaman” facebook. Berawal dari hasil bahtsul masail FMPPP(Forum Musyawaroh Pondok Pesantren Putri) se jatim yangdi selenggarakan di PP Lirboyo, berita itu kemudian menyebar keseluruh pelosok tanah air bahkan keseluruh penjuru dunia. Ada yang mencoba menyajikan berita tersebut seolah obyektif dengan menyertakan narasumber, tetapi dengan keterangan yang amat minim. Ada lagi yang dengan sengaja memelintir sedemikian rupa seakan seakan “hukum haram” facebook itu sifatnya mutlak, bahkan media luar negeri ada yang menyebutkan bahwa “facebook haram” itu hasil keputusan 700 imam di indonesia. Yang tak kalah membabi butanya adalah para komentator dari seputar tulisan tentang “facebook haram” tsb. Menghujat dan sumpah serapah mengalir deras dari mulut mereka. Seakan kebenaran sebuah berita adalah kebenaran mutlak sehingga tak diperlukan lagi cek dan ricek.

Agar lebih proporsional dalam menanggapi berita itu ada baiknya lihat dulu hasil lengkap bahtsul masail tsb di: disini
dandisini teks lengkap nukilan dari kitab-kitab rujukan

Setelah kita mengetahui naskah lengkap dari hasil bahtsul masail tadi, mudah-mudahan bisa menjadikan kita lebih arif dalam mensikapi dan memberi komentar seputar masalah facebook tersebut.

Sekian terimakasih

Satu Tanggapan to “Seputar pengharaman facebook”

  1. Iklan Gratis Says:

    pengeluaran fatwa ulama mengenai suatu hal memang sesuatu yang wajar, apalagi menyangkut kepentingan umat. termasuk mengenai facebook. kalau menurut hemat saya, facebook sama dengan hal lainnya. yaitu mengandung manfaat dan madharat tergantung dari aspek si pengguna. kalau dipergunakan sebagai wasilah untuk menyambung tali silaturahim atau bahkan berdakwah sekalipun, tentu akan sangat bermanfaat nilainya. namun lain halnya apabila digunakan untuk yang berkebalikan.
    oleh karena itu, sebagai masyarakat umum hendaknya kita mafhum dengan adanya fatwa semacam ini. pada dasarnya bukan untuk mengintervensi umat secara utuh, namun lebih kepada upaya preventif dari para ulama agar umatnya tidak terjerumus ke dalam jurang dosa.
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: