FUKUZAWA YUKICHI Tokoh Pendidikan Pelopor Modernisasi Jepang

Jika Indonesia mempunyai Ki Hajar Dewantoro, jepang memiliki Fukuzawa Yukichi. Pria kelahiran 10 januari 1835 ini adalah tokoh pendidikan dan juga pelopor modernisasi Jepang. Lewat karya-karyanya meyakinkan rakyat Jepang bahwa pendidikan adalah tonggak utama untuk memajukan Jepang. Ia juga membukakan mata orang Jepang pada saat itu bahwa ada dunia lain selain negeri Jepang.
Fukuzawa Yukichi lahir di Nakatsu, Oita Prefecture, Jepang dari keluarga samurai klan Okudaira yg miskin. Sejak muda ia telah belajar bahasa asing. Bahasa Belanda telah di pelajarinya sejak usia 14 tahun. Berkat kemahirannya berbahasa Belanda pada 1858 ia dipilih menjadi guru bahasa Belanda di Nakatsu dan Edo.
Pada 1862 Jepang membuka pelabuhan mereka untuk kapal-kapal Amerika dan Eropa. Fukuzawa yg tertarik mempelajari budaya Barat pun pergi ke Kanagawa. Disana ia menemukan kebanyakan orang Eropa menggunakan bahasa Inggris. Ia pun mulai belajar bahasa Inggris. Dengan kemahiranya berbahasa Belanda dan Inggris itulah ia banyak belajar ttg budaya Barat. Ia pun membuat terobosan2 untuk mengubah pandangan Jepang ttg gaijin(org asing) dan kaigai(negeri asing). Pada masa2 awal restorasi Meiji, Fukuzawa Yukichi mengusulkan ide yg disebut Datsu A Ron (keluar dri Asia). Tujuannya adalah mengejar ketertinggalan hingga melampaui negara2 Barat. Dan sejarah akhirnya mencatat Jepang berhasil menang atas Rusia dlm perang Jepang-Rusia tahun 1911 kemenangan ini membuktikan bahwa pemikiran Fukuzawa telah brhasil mengangkat pamor militer Jepang di dunia sekaligus membuktikan bhw org yg berkulit kuning(Asia) mampu mengalahkan org yg berkulit putih(Eropa). Bangsa2 di benua Asia-Afrika pun kemudian terpacu untuk bangkit setelah melihat kemenangan Jepang. Di bidang pendidikan gagasan2 Fukuzawa jg sangat cemerlang. Satu gagasannya yg terkenal adalah bhw cara yg paling ampuh untuk mencapai tujuan negara adalah melalui pendidikan. Dan lagi2 gagasan itu digunakan oleh pemerintah Jepang. Maka sejak zaman restorasi Meiji (1860-1880-an) Jepang telah menempatkan ilmu dan pendidikan dlm posisi penting. Pd akhir 1888, telah terdapat skitar 30.000 pelajar yg belajar pd 90 buah sekolah swasta di Tokyo. Sekitar 80 persennya berasal dari luar kota. Saat itu pemerintah Jepang jg telah memberikan beasiswa bagi pelajar yg miskin. Mereka yg tidak mendapat beasiswa bekerja paruh waktu sebagai pembantu rumah tangga. Tidak ada yg pernah merasa malu karena mereka memegang slogan: “jangan menghina kami, kelak kami mungkin jadi menteri!”
Kini jepang telah menjadi macan Asia yg tidak hanya disegani oleh negara2 di Asia dan Afrika, tapi juga oleh negara2 di Amerika dan Eropa.(sumber: Suara Merdeka)

Bagaimana dengan Indonesia? Adakah kemauan pemerintah untuk menjadikan pendidikan menjadi prioritas utama, mengalahkan semua kepentingan2 lainnya?
Wallahu a’lam.
Mudah2n semangat Fukuzawa Yukichi dan sikap tanggap pemerintah Jepang terhadap gagasan2 cemerlang sprti yg disampaikan
Fukuzawa Yukichi bisa menjadi inspirasi dan penyemangat untuk bangkit bagi seluruh komponen Bangsa di negeri ini, amin.(kf)

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: